KECERDASAN BUATAN (A.I)

PENGERTIAN
Kecerdasan Buatan adalah salah satu disiplin ilmu dalam bidang komputer yang terus berkembang. Bidang Kecerdasan Buatan atau bahasa aslinya Artificial Intelligence (disingkat AI) berusaha tidak hanya untuk memahami tetapi juga untuk membangun entitas cerdas. AI meliputi banyak sub-bidang, mulai dari bidang umum sampai untuk tugas-tugas spesifik.DEFINISI
Definisi AI menurut Russel dan Norvig (Russel, Norvig, 2003) dapat dikategorikan menjadi dua dimensi utama yang membahas proses/penalaran berpikir (reasoning) dan perilaku/tindakan (behavior). Selanjutnya definisi AI dapat dijabarkan lagi berdasarkan kinerja (performance) dan rasionalitasnya.
Keempat sudut pandang tersebut membentuk matriks definisi AI.
- Sistem yang berfikir seperti manusia Thinking Humanly
- Sistem yang berfikir secara rasional Thinking Rationally
- Sistem yang bertindak seperti manusia Acting Humanly
- Sistem yang bertindak secara rasional Acting Rationally
1. Sistem yang berfikir seperti manusia (Thinking Humanly) : The Cognitive Modeling Appoarch
Pendekatan pemodelan kognitif: Untuk menyatakan apakah suatu program komputer dapat berpikir seperti manusia, haruslah dapat ditentukan bagaimanakah proses manusia berpikir. Untuk menjawabnya perlu eksperimen psikologi. Jika kita punya cukup pengetahuan tentang teori pikiran, maka sangat memungkinkan mengekspresikan teori tersebut dalam program komputer.
Pada era 1960an muncul ilmu kognitif sebagai suatu bidang interdisipliner yang menggabungkan model komputer pada AI dengan teknik eksperimen pada psikologi untuk membangun teori tentang cara kerja otak manusia. Ahli komputer menyatakan bahwa algoritma komputer yang berjalan baik dalam menyelesaikan suatu masalah merupakan model proses berpikir manusia. Pada akhirnya bidang AI terpisah dari psikologi kognitif. Kedua bidang tersebut saling mendukung khususnya pada ranah computer vision dan pemrosesan bahasa alami.
2. Sistem yang bertindak seperti manusia (Acting Humanly) : The Test Turing Appoarch
Tes Turing: Pada tahun 1950, Alan Turing mengusulkan ide untuk mendefinisikan kecerdasan dalam makalahnya yang berjudul “Computing machinery and intelligence". Pertanyaan utamanya adalah untuk mengetahui apakah mesin dapat berpikir atau tidak yang masih tidak jelas. Untuk mengetahui jawaban atas masalah tersebut, ia merancang sebuah skenario pengujian antara komputer dan manusia, serta seorang interrogator yaitu manusia. Fokusnya bukan untuk menjawab pertanyaan tentang kemampuan mesin untuk berpikir, tetapi untuk mengamati kemampuan mesin untuk berperilaku cerdas. Komputer berhasil melewati tes jika interogator manusia tidak dapat membedakan apakah yang diinterogasi adalah manusia atau komputer. Turing Test sengaja menghindari interaksi fisik antara interrogator dan komputer karena simulasi fisik manusia tidak memerlukan intelijensia.
Untuk dapat melakukan hal tersebut komputer perlu memiliki beberapa kemampuan yaitu:
a. Pemrosesan bahasa alami (natural language processing) agar komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa alami manusia.
b. Representasi pengetahuan (knowledge representation) untuk menyimpan apa yang diketahuinya.
c. Penalaran otomatis (Automated reasoning) yang menggunakan informasi yang tersimpan untuk menjawab pertanyaan maupun menarik kesimpulan baru.
d. Pembelajaran mesin (Machine learning) untuk beradaptasi pada lingkungan baru dan mendeteksi serta mengenali pola.
e. Computer vision untuk menangkap dan mempersepsikan obyek.
f. Robotika (Robotics) untuk memanipulasi obyek dan bergerak.
Keenam disiplin ini membentuk ilmu AI, dan Alan Turing adalah orang yang berjasa mendesain serangkaian tes yang tetap relevan 50 tahun kedepan.
3. Sistem yang berfikir secara rasional (Thinking Rationally) : The Laws of Thought Appoarch
Pendekatan Penalaran: Filosofis Yunani, Aristotles adalah orang pertama yang berupaya mengkodekan “berpikir dengan benar” atau melalui proses penalaran (reasoning). Proses ini dikenal dengan silogisme, yaitu suatu struktur/pola memberikan argument melalui sekumpulan premis yang akan selalu memberikan konklusi yang benar.
Contoh silogisme:
- Premis 1: Socrates adalah manusia
- Premis 2: Semua manusia bisa mati
- Konklusi: Socrates bisa mati
Ilmu yang mempelajari pendekatan penalaran ini disebut Logika. Para ahli logika di abad ke-19 membangun notasi standar logika untuk menyatakan seluruh kejadian di dunia beserta relasinya. Ada beberapa hambatan pada pendekatan logika yaitu:
a. Tidak mudah untuk memperoleh pengetahuan informal dan menyatakannya dalam istilah formal (notasi logika).
b. Mekanisme logika membutuhkan biaya komputasi yang tinggi.
c. Terdapat perbedaan besar antara dapat memecahkan masalah "pada prinsipnya", dan memecahkan masalah dalam praktek.
4. Sistem yang bertindak secara rasional (Acting Rationally) : The Rational Agent Approach
Pendekatan agen rasional. Agen adalah sesuatu yang dapat melakukan tindakan. Agen rational terkadang dapat melakukan inferensi dengan benar karena satu cara untuk melakukan aksi secara rasional adalah menalar secara logika untuk mendapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan dan kemudian melakukan aksi atas kesimpulan tersebut.
SEJARAH
Beberapa periode perkembangan lahirnya kecerdasan buatan adalah sebagai berikut:
1. Cikal bakal Kecerdasan Buatan (1943 – 1955)
- Cikal bakal AI dikerjakan oleh McCulloh & Pitts dengan Neuron buatan yang menirukan cara kerja neuron manusia dengan logika proposisional. Bisa menyelesaikan fungsi komputasi dengan struktur neuron network.
- Hebbian learning, memperkenalkan aturan sederhana untuk meng-update kekuatan antar neuron.
- Minsky & Edmonds membangun komputer neural network pertama pada 1950.
- Allan Turing dianggap sebagai orang pertama yang mengeluarkan pikiran tentang AI secara lengkap pada artikelnya yang berjudul “Computing machinery and Intelligent” pada tahun 1950.
2. Kelahiran Kecerdasan Buatan (1956)
- McCarthy menginisiasi Dartmouth Workshop pada tahun 1956 yang melahirkan suatu nama bidang baru “Artificial Intelligence”.
- Mengapa AI berbeda dengan disiplin ilmu lain yang serupa? Karena AI berfokus menirukan kemampuan manusia seperti kreatifitas, pengembangan diri, dan penggunaan bahasa. Selain itu juga karena metodologi AI merupakan cabang dari ilmu komputer yang berupaya membangun mesin yang berfungsi otonom pada lingkungan yang kompleks dan berubah-ubah.
3. Awal mula AI yang penuh antusias dan harapan besar (1952 – 1969)
Merupakan tahap pengembangan aplikasi AI yang sukses jika dibandingan dengan program komputer primitif. Banyak aplikasi AI yang berhasil sehingga memunculkan istilah “evolusi mesin”
4. AI menjadi industry (1980 – sekarang)
- Aplikasi komersial pertama menggunakan sistem pakar bernama R1 yang digunakan oleh perusahaan Amerika (1982).
- Jepang juga membentuk proyek jangka panjang menggunakan komputer cerdas berbasis Prolog.
5. Kecerdasan Buatan menjadi disiplin ilmu (1987 – sekarang)
6. AI menampakkan diri di semua bidang (1995 – sekarang)
LINGKUP UTAMA KECERDASAN BUATAN
1. Sistem Pakar (Expert System).
Komputer digunakan sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar, sehingga komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar.
2. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing).
Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
3. Pengenalan Ucapan (Speech Recognition).
Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara.
4. Robotika & Sistem Sensor (Robotics & Sensory Systems).
5. Computer Vision, mencoba untuk dapat menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer.
6. Intelligent Computer-aided Instruction.
Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
7. Game Playing.
Post a Comment